Kamis, 6 Februari 2024 perwakilan MWA beserta Pimpinan Universitas dan PimpinanOrgan berkesempatan mengunjungi pengembangan area kampus yang akandifungsikan sebagai lokasi pemakaman. Area tersebut berada di Kabupaten Bantul. Rencananya area seluas 1 HA akan dijadikan sebagai pengembangan pemakamanumum sawitsari yang sudah semakin penuh. Pemilihan area tersebut adalah adanyapenawaran dari mitra PT Taman Svargaloka Firdausi (TSF).
Anggota komisi internal MWA UGM mengadakan kunjungan ke kebun kakao dan teh milik PT Pagilaran pada 6-7 Desember 2024. Dalam agenda pertamanya, komisi internal MWA mengunjungi kebun kakao PT Pagilaran dan Cocoa Teaching and Learning Industry (CTLI) milik UGM yang terletak di Batang, Jawa Tengah. Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Dr. Hargo Utomo, M.B.A., bersama tim UGM CTLI mengajak anggota komisi internal MWA untuk berkeliling melihat kebun kakao dan pabrik pengolahan kakao CTLI. Tim UGM CTLI memberikan pemaparan terkait bagaimana proses pengolahan dari biji kakao hingga menjadi berbagai produk kakao di pabrik CTLI. Dengan konsep teaching and learning industry yang menyokong Tri Dharma, UGM CTLI berkomitmen untuk dapat menghasilkan produk-produk kakao dengan kualitas premium dan kompetitif.
Kunjungan kerja MWA Universitas Hasanuddin (UNHAS) ke MWA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 19 November 2024 dalam rangka kaji banding peraturan dan pengelolaan dana abadi berlangsung lancar dengan suasana yang akrab.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai isu terkait dana abadi, termasuk perbandingan dana abadi di berbagai universitas dunia dan Indonesia serta perbandingan penerimaan dan pengeluaran di beberapa PTN-BH di Indonesia. Diskusi juga menyoroti pentingnya manajemen dana abadi yang baik serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dana abadi.
Lancar dan melegakan. Begitulah Rapat Pleno Senat Akademik yang membahas kinerja MWA periode 2021-2026. Berlangsung di Balai Senat UGM, Kamis 17 Oktober 2024, rapat pleno dihadiri oleh anggota SA, Rektor dan Wakil Rektor, serta para dekan. Diawali pemaparan oleh Sekretaris MWA, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D., presentasi mengulas kembali kewenangan organ dan perangkat di UGM, sesuai dengan yang tertera pada Statuta UGM. Secara rinci informasi mengenai capaian dalam setiap kewenangan MWA telah tersedia di situs MWA (mwa.ugm.ac.id).
Silaturahmi dan rapat kerja Forum MWA PTNBH yang dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2024 mengangkat tema Memperkuat PTNBH untuk Percepatan Kemajuan Bangsa. Forum dilaksanakan di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh dengan Universitas Syiah Kuala sebagai tuan rumah. Forum dihadiri oleh delegasi dari 21 MWA PTNBH se-Indonesia dan dibuka oleh Dr. Safrizal ZA. M.Si selaku Ketua MWA Universitas Syiah Kuala.
Forum MWA kali ini membahas berbagai isu, seperti rekomendasi arah pendidikan tinggi dan anggaran pendidikan di APBN tahun 2025. Para narasumber juga menyampaikan berbagai materi yang meliputi retrospektif PTNBH: ide awal, kini, dan ke depan, pendidikan untuk generasi Z, strategi penguatan world class university, dan kerjasama penyediaan infrastruktur. Pembahasan mengenai RPP Pendidikan Tinggi juga dilaksanakan sebagai kelanjutan dari forum sebelumnya. Forum juga menyoroti mengenai penguatan kontribusi PTNBH dalam menjaga moral dan etik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengembangkan SDM yang berkualitas.
Mengawali penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Tahun (RKAT) 2025 ini, Rektor UGM dalam sambutan pembukaan lokakarya RKAT 2025 (link) menyampaikan beberapa kebijakan yang perlu penguatan untuk merespons berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh UGM.
Kebijakan tersebut meliputi penguatan kolaborasi, creative funding, sustainability, skenario untuk antisipasi kebijakan dan penajaman indikator yang akan ditargetkan UGM. Selain itu, analisis data mengenai rencana dan realisasi anggaran tahun lalu akan digunakan untuk mempertajam anggaran tahun depan.
Komisi Internal MWA melaksanakan site visit Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) pada Jumat, 13 September 2024. Dalam kunjungan tersebut, MWA meninjau perkembangan pembangunan gedung, tata kelola, hingga rencana operasional GIK. GIK sebagai super creative hub memiliki berbagai program yang akan menyatukan estetika, sains, dan teknologi. Untuk mendukung hal tersebut, GIK menyediakan berbagai ruang yang dapat digunakan, seperti ruang kelas, studio, ruang pameran, ruang retail, ruang kantor, hingga ruang untuk pertunjukan. Hingga saat ini, ruang yang sudah dapat digunakan adalah joglo, student centre, co-learning centre, gallery, dan ruang kelas. MWA berdiskusi bersama dengan Tim Manajemen GIK bagaimana GIK dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa akan ruang aktivitas serta kebermanfaatan GIK bagi UGM dan seluruh civitas UGM. Selain itu, MWA juga memberikan masukan untuk lebih memperhatikan inklusivitas fasilitas, pemanfaatan informasi untuk komunikasi ke berbagai pihak serta keberlangsungan.
Kepengurusan MWA memiliki periode waktu tertentu dengan persyaratan dan tata cara pemilihan anggota MWA yang tertera dalam Peraturan MWA UGM Nomor 2 tahun 2021. Dalam pasal 16, status keanggotaan MWA berakhir pada saat periode kerja MWA berakhir. Selain itu keanggotaan MWA dapat berakhir karena:
- telah menjadi Profesor bagi anggota yang mewakili Dosen bukan Guru Besar;
- telah pensiun bagi anggota yang mewakili Dosen dan Tenaga Kependidikan;
- telah selesai masa studinya, atau tidak aktif studi, atau telah ditarik kembali oleh organisasi kemahasiswaan bagi anggota yang mewakili Mahasiswa;
- mengundurkan diri;
- meninggal dunia;
- berhalangan tetap; dan
- tidak mampu melaksanakan tugas karena kesehatannya berdasarkan surat keterangan dokter; dan/atau
- tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota MWA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).
Apabila terjadi kekosongan anggota MWA yang mewakili setiap unsur, maka dilakukan pergantian antar waktu (PAW) sesuai dengan ketentuan dalam pasal 8 sampai dengan pasal 14. Anggota MWA PAW melanjutkan sisa masa jabatan anggota MWA yang digantikannya (pasal 17).
Saat ini sedang dilakukan pemilihan Anggota antar waktu MWA UGM untuk unsur dosen bukan Guru Besar.
Persyaratan
Terdapat persyaratan umum dan persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Persyaratan umum tercantum dalam pasal 4, terdiri dari:
- Warga negara Indonesia berjiwa Pancasila;
- Sehat jasmani, mental, dan rohani;
- Memiliki integritas, rasa tanggung janji (commitment), dan moralitas yang tinggi;
- Berwawasan luas dan jauh ke depan dalam rangka mewujudkan visi dan misi UGM;
- Tidak sedang menduduki jabatan struktural di lingkungan UGM bagi anggota yang berasal dariunsur masyarakat UGM (Jabatan struktural sebagaimana dimaksud merupakan jabatan Eselon 1 dan Eselon 2 di UGM.
- Tidak sedang menduduki jabatan yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan dengan UGM;
- Tidak sedang menjadi pengurus atau anggota partai politik;
- Tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Pimpinan UGM, baik karena kelahiran maupun perkawinan; dan
- Tidak pernah melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.
Selain memenuhi persyaratan umum, terdapat pula persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk bakal calon anggota MWA unsur Masyarakat umum dari tokoh masyarakat, alumni UGM, dosen Guru Besar, dosen bukan Guru Besar, tenaga kependidikan dan mahasiswa (pasal 6).
Persyaratan khusus untuk unsur dosen bukan Guru Besar adalah:
Sharing Session Professor Tan Eng Chye, President of the National University of Singapore (NUS), yang secara langsung dimoderatori oleh Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia MMedEd, PhD, SpOG(K). Dalam kunjungannya ke UGM, 2 September 2024, Prof Tan menyampaikan presentasi bertema “Future Ready Graduates” dengan audiens MWA, SA, DGB, Pimpinan Universitas dan Fakultas.
Diantara berbagai inovasi yang dilakukan oleh NUS, Prof Tan menekankan pentingnya lulusan NUS untuk memiliki kompetensi yang merupakan integrasi dari berbagai bidang. Menurutnya, tantangan ke depan yang kompleks, memerlukan solusi dari beberapa bidang. Hal ini mendasari integrasi bidang humanities dan sains contohnya. Beliau juga sempat menyinggung mengenai bagaimana tatakelola yang efektif di tingkat Universitas, melalui board yang fungsional.