Serah Terima Jabatan Ketua MWA

AMIN RAIS : UGM Harus Go Internasional
Diunggah : Jumat, 23 Februari 2007 — HumasUGM

Dalam era globalisasi, UGM harus tetap kokoh, sebagai pilihan pergutaun tinggi ternama berkalber internasional bagi masyarakat luar negeri, maka mau tidak mau UGM harus Go International. Di era internet dan IT, lokasi UGM yang berada jauh dari pusat Ibu kota Negara tidak akan menjadi masalah, dengan kemampuan wawasan intelektual dalam kehidupan akademiknya, UGM harus mampu tampil di level regional dan international.
Demikian pernyataan Amien Rais dalam usai serah terima jabatan Majelis Wali Amanat periode 2002-2007 yang sebelumnya diketuai Prof.Dr. Joedoro Soedarsono diserah terimakan kepada Prof.Dr. Amien Rais, MA. selaku ketua MWA terpilih periode 2007-2012. Saya akan bekerja secara kolektif dan kolegial untuk bisa terlaksananya tugas-tugas MWA. Saya ingin menjadikan UGM menjadi universitas terkemuka bukan hanya di level nasional, namun bisa terkemuka di tingkat regional Asia Tenggara dan Dunia, ungkap Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini.
Insya Alah MWA periode 2007-2012 akan bekerja dengan pengawasan diri, semangat persaudaraan, kekeluargaan, yang intinya bersama-sama menuju UGM yang dicintai menggapai tujuannya, tutur ketua MPR 1999-2004 ini.
Menurut pria kelahiran Surakarta ini, ia masih banyak belajar dengan MWA lama yang dinilainya telah berhasil melaksanakan tugas-tugas. Saya mohon doa agar MWA yang baru bisa bekerja seperti yang dilakukan oleh MWA lalu, kata Amien.
Terkait dengan pemilihan Rektor dalam waktu dekat, menurutnya dasar-dasar ketentuan pilrek harus jelas dan tidak didominasi oleh MWA semata. Dalam demokrasi, harus ada partisipatif semua pihak dimulai dari lapis bawah. Sehingga nantinya akan terpilih rektor yang betul-betul memenuhi kualifikasi, ujarnya.
Namun Amien mengakui sebaiknya Rektor yang akan datang sebaiknya berasal dari lingkungan UGM sendiri. Alasan Amien, hanya orang UGM lah yang tahu permasalahannya sendiri.
Amien berjanji bahwa dalam periode kepemimpinannya, akan selalu bekerja keras dalam mengambil keputusan dengan melibatkan kerja sama dengan Senat Akademik, Majelis Guru Besar, Pimpinan dan Wakil Pimpinan Universitas, Dekan dan Wakilnya serta pegawai di tingkat birokrasi untuk terbang bersama mengejar tujuan perbaikan UGM ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, mantan ketua MWA yang lama Prof. Dr Joedoro Soedarsono mengucapakan selamat kepada Amien Rais sebagai ketua MWA yang baru. Joedoro dalam sambutan terakhir masa jabatannya di MWA mengatakan bahwa Majelis Wali Amanat bersama Pimpinan Universitas periode 2002-2007 telah berhasil mengawali perubahan UGM dari bentuk PTN menjadi BHMN. Bukan pekerjaan yang gampang, semudah membalikkan telapak tangan dalam membawa universitas ini dari masa-masa sulit ke arah yang lebih baik seperti saat ini. Pimpinan Universitas kami akui telah mampu meletakkan nilai-nilai Gadjah Mada sesuai dengan amanat Foundhing Fathers dahulu, bahkan tidak melupakan landasan berbangsa dan bernegara sesuai UUD dan pancasila. Pimpinan Universitas juga telah mampu meningkatkan kesejahteran pegawai dan layanan kesehatan, kata Pak Joedoro, dalam akhir pidatonya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Universitas periode 2002-2007 yang telah membawa UGM ke jenjang level terbaik tingkat nasional dan internasional.(Humas UGM)

Pemilihan Ketua MWA UGM

Sofian Effendi Terpilih Jadi Ketua MWA UGM

YOGYAKARTA “ Mantan Rektor UGM Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA terpilih menjadi ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM setelah dilakukan pemilihan pada Rabu (1/2), di kantor Dikti, Jakarta. Sofian Effendi didampingi Dr. Supama, M.Si sebagai sekretaris, bersama 21 anggota lainnya dalam waktu dekat akan bertugas menyelenggarakan pemilihan rektor (pilrek).

Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) UGM, pilrek dilaksanakan selambat-lambatnya tiga bulan sebelum masa jabatan rektor berakhir. Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M. Eng. Ph. D. harus mengakhiri jabatannya pada Mei 2012. Namun dikarenakan Prof Sudjarwadi memasuki masa pensiun per 1 April sehingga pilrek dimajukan pada bulan Maret 2012.

Tugas mendesak MWA adalah memilih rektor karena pesannya menteri pada waktu sebelum pemilihan, supaya sebelum pak Djarwadi pensiun, sudah terpilih rektor baru supaya tidak ada komplikasi administrasi, kata Sofian saat dihubungi wartawan, Jumat (3/2).

Dia menambahkan, rencananya pertengahan Februari ini akan ada proses pendaftaran dan penjaringan calon rektor. Saat ini tengah digodok aturan mekanisme pemilihan rektor dan pembentukan panitia pemilihan. Sekarang sedang diformulasikan, mudah-mudahan satu dua minggu ini selesai, katanya.

Menurut Sofian, MWA UGM akan bertugas hingga ada UU baru yang mengatur pengelolaan perguruan tinggi. Sampai saat ini masih menggunakan aturan PP 66 tahun 2010 yang masa tugas MWA berakhir sampai bulan Desember 2013. Jadi kita bertugas sampai 23 bulan ke depan, sampai ada UU yang baru, ujarnya.

Dalam mengawal dan melaksanakan pemilihan rektor, Sofian berharap nantinya akan terpilih rektor yang bisa melakukan tugasnya dalam mengawal pelaksanaan proses transisi UGM dari PT BHMN menjadi perguruan tinggi yang otonom. Selain itu mampu menjawab tantangan dan peluang yang dihadapi UGM pada tahun-tahun mendatang. Semua itu memerlukan seorang rektor yang visioner, tandasnya.

Tidak hanya itu, kata Sofian, Rektor yang baru diharapkan mampu menyatukan dan mengkoordinasikan 18 fakultas yang ada di UGM sebagai potensi untuk menjadikan UGM sebagai universitas yang diakui tingkat dunia. Diperlukan rektor yang bisa ngemong, katanya.

Dari 23 anggota MWA UGM, terdiri dari berbagai unsur lapisan masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat, guru besar, pengusaha hingga perwakilan mahasiswa. Bebepara nama diantaranya Mendikbud Muhammad Nuh, Ketua MK Mahfud MD, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Bupati Sleman Sri Purnomo, dan mantan walikota Yogyakarta Heri Zudianto. (Humas UGM/Gusti Grehenson)